Ajaib! Batok Kelapa Peninggalan Pangeran Cakrabuana Ini Memang Sakti. Mau Coba?
Bernama Asli Raden Walangsungsang yang tak lain adalah anak tertua Prabu Siliwangi dari Permaisurinya Nyimas Subang Larang. Sejak kecil telah berislam mengikuti ibunya. Bersama saudara perempuannya Rarasantang, ia memlih untuk hidup di luar istana Kerajaan Sunda. Lalu mencari guru agama Islam.
Bersama saudara-sauadaranya ia mengikuti agama ibunya, Islam. Bersama saudara perempuannya, Rarasantang, ia memilih keluar dari Istana kerajaan Sunda untuk mencari guru agama Islam yang tersebar di tanah Sunda selepas kemangkatan ibunya.
Seperti dikethaui pula, perjalanan mencari ilmu mereka mengantarkan mereka sampai ke Mekah atas perintah seorang alim Syekh Nurjati di gunung Sembung. Ditanah suci, adiknya Nyimas Rarasantang dipinang oleh seorang penguasa Mesir yang bernama Sultan Hud. Keduanya kemudian menikah, setelah pernikahan itu, keduanya menetap di Mesir. Sementara Cakrabuana tidak lama setelah pernikahan adiknya, meninggalkan Mesir dan pulang menuju Cirebon.
Nah, Pada saat beliau perjalanan pulang menuju Cirebon itulah beliau menemukan buah yang mirip Kelapa di pantai Aden. Beliau menamai buah kelapa itu dengan sebutan kelapa janggi.
Anak Afrika Sedang Berpose didepan Pohon Kelapa Janggi (historyofcirebon)
Batok dari Kelapa Janggi ini dizamannya dianggap sakti, sebab dengan batok kelapa ini Pangeran Cakrabuana yang tak lain merupakan pendiri Cirebon mampu menyembuhkan orang-orang yang keracunan di wilayah kekuasaanya.
Caranya adalah dengan diberikan air yang terlebih dahulu diletakan dalam cekungan batok Kelapa sakti ini. Kemudian diminumkan kepada orang-orang yang keracunan. Yang keracunan itu kemudian sembuh. Sekarang, benda sakti dari buah kelapa janggi tersimpan di Musium Keraton Kesultanan Kasepuhan Cirebon. Atas khasiat penyembuhan yang dilakukan Pangeran Cakrabuana dengan batok kelapa itu, kemudian ramai masyarakat Cirebon memeluk agama Islam dengan suka rela.
Batok Kelapa Janggi Dalam Musium Keraton Kesultanan Kasepuhan Cirebon (historyofcirebon)
Kalau diperhatikan, kelapa Janggi memang mirip buah kelapa, bedanya adalah pada ukuranya yang raksasa. Menurut kabar, kelapa aslinya tumbuh di Afrika. Orang Arfrika menyebutnya Coco de Mer. Buah ini kini hampir punah, namun untungnya buah ini masih tumbuh di daerah Seychelles, laut timur Benua Afrika.
Kelapa Janggi Ketika Dibelah (historyofcirebon)
Ini sebuah bukti bahwa memang Cakrabuana pernah melanglang buana sampai ke Afrika (Mesir), adapun khabar yang menyatakan mengenai penemuan kelapa itu di pantai Aden (Yaman) ada kemungkinan penemuan itu dikarenakan kelapa tersebut hanyut dibawa pantai hingga kemudian mendarat di Aden dan untuk kemudian dipungut oleh Pangeran Cakrabuana.
Sementara mengenai kesaktian kelapa tersebut, memang telah terbukti, karena Kelapa tersebut hingga kini dapat dibuktikan kashasiatnya untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, diantaranya mengurangi efek keracunan atau bahkan menyembuhkannya.
Ada yang mau mencobanya?



Komentar
Posting Komentar