Penjelasan ilmiah kenapa gempa di NTB sampai ratusan kali
Setelah gempa bumi dengan kekuatan cukup besar, tak lama kemudian terasa getaran kembali. Itulah yang dinamakan gempa susulan. Gempa ini tak hanya terasa sekali, melainkan ratusan kali dengan kekuatan yang lebih kecil dari sebelumnya.
Menurut Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, gempa susulan adalah bentuk stabilisasi setelah gempa besar terjadi. Setelah gempa, akan muncul bidang yang patah. Bidang yang patah ini memiliki skala yang besar dan ada batuan-batuan dari lipatan yang tidak stabil. Sehingga stabilisasi terjadi untuk kembali ke kondisi normal. Jadi, gempa susulan ini karena adanya proses stabilisasi.
Daryono menjelaskan, gempa susulan (aftershocks) merupakan gempa yang terjadi di sekitar episenter gempa utama (mainshocks), tetapi memiliki magnitudo yang lebih kecil. Dia juga mencontohkan dengan tiga tipe aktivitas gempa menurut Kiyoo Mogi, ahli gempa dari Jepang:
1. Gempa susulan setelah gempa utama
Gempa ini dicirikan munculnya gempa utama yang diikuti sejumlah gempa susulan dengan magnitudo dan frekuensi kejadian yang terus mengecil. Gempa kecil ini sering terasa setelah gempa utama dengan kekuatan yang besar.
2. Gempa kecil dahulu, lalu gempa besar
Gempa tipe kedua ini muncul serangkaian gempa kecil sebagai pendahuluan (foreshocks), kemudian terjadi gempa utama dengan kekuatan besar. Selanjutnya diakhiri serangkaian gempa susulan dengan magnitudo dan frekuensi kejadian yang terus mengecil.
3. Hanya gempa kecil namun terus-menerus
Gempa ini biasanya muncul banyak gempa kecil dengan frekuensi kejadian sangat tinggi, berlangsung dalam kurun waktu tertentu di kawasan sangat lokal, tanpa ada gempa kuat yang menonjol sebagai gempa utama. Gempa ini, menurut Mogi, merupakan gempa Swarm.




Komentar
Posting Komentar