Wajib Tahu, 10 Dandanan Haram Bagi Muslimah, Nomor 6 Sudah Jadi Tradisi
Suka berdandan adalah naluriyah seorang wanita.
Umumnya, perempuan yang menginjak usia remaja dan dewasa mulai membutuhkan peralatan rias wajah.
Terkadang muslimah terlalu terbuai dengan kecantikan akhirnya lolos dari perhatian bahwa tidak semua cara berdandan halal dan sesuai dengan syariat Islam.
Beberapa di antaranya bahkan sudah jadi tradisi di kalangan kaum hawa pada jaman ini.
Muslimah wajib tahu apa sajakah riasan yang diharamkan dalam Islam?
Khusus buat muslimah yang doyan mempercantik diri, simak 10 dandanan yang dilarang dalam Islam berikut ini.
1. Mengumbar aurat.
Aurat wanita baligh yang boleh dilihat hanya telapak tangan dan wajah.
Kita wajib memakai kaos kaki dan tidak menampakkan lengan.
Hijab juga diulur panjang menutupi dada, bukan yang memperlihatkan lekuk tubuh dan telinga.
Nabi Muhammad SAW pernah menegur Asma binti Abu Bakar yang berjalan di luar rumah dengan pakaian yang tipis karena kebiasaan di jaman jahiliyah dulu.
Beliau menegaskan yang boleh dilihat dari seorang wanita hanyalah wajah dan telapak tangan.
2. Menyerupai laki-laki.
Dalam buku Halal dan Haram dalam Islam oleh Syekh Yusuf Al-Qardhawi berkata wanita dilarang memakai pakaian lawan jenis, termasuk di antaranya menyerupai atau meniru gaya bicaranya, geraknya, cara berjalannya, pakaiannya dan sebagainya.
Nah, buat kamu yang masih punya banyak koleksi celana jeans apalagi yang ukurannya ketat yuk mulai diganti dengan rok atau gamis yang anggun.
Kamu pasti akan jauh terlihat manis dengan tampilan pakaian muslimah bukan gaya baju tomboy anak laki-laki.
3. Merias diri dengan dandanan yang mengundang syahwat laki-laki.
Imam Muslim meriwayatkan wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berjalan melenggak-lenggok guna membuat manusia memandangnya, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapati aromanya. Padahal aroma surga bisa dicium dari jarak 500 tahun.
Muslimah yang memakai hijab tapi berpakaian ketat sampai menjiplak lekuk tubuh, itu berbahaya.
Bentuk tubuh yang seksi wajib ditutup serapat-rapatnya dan jangan diperlihatkan kepada satu pun yang bukan mahram kita.
Dandan seperlunya saja ketika pergi ke luar tak perlu memakai lipstik tebal atau bulu mata palsu secetar badai.
Kecuali jika muslimah berdandan untuk suami tentu diperbolehkan.
4. Menyambung rambut.
Imam Muslim menulis dalam kitabnya bahwa Jabir radhiyallahu telah meriwayatkan Nabi Muhammad SAW melarang seorang perempuan menyambung rambut kepala.
Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya.
Sebenarnya kita sebagai wanita dituntut untuk bersukur dengan apa yang kita miliki.
Menyambung rambut biasanya dikarenakan seorang perempuan tidak sabar menunggu rambutnya tumbuh panjang.
Kalau mau bersabar toh nanti mahkota di kepalanya itu akan tumbuh panjang juga.
Bukankah itu perkara yang mubadzir?
Lagipula biaya untuk melakukan perawatan semacam itu tidak sedikit.
Lebih baik digunakan untuk kepentingan lain yang lebih berguna.
Betul tidak?
5. Membuat tatto.
Tatto baik wanita dan pria hukumnya haram. Hendaknya orang-orang yang menggunakan tatto segera dihapus dan bertaubat kepada Allah.
Namun, jika saat menghapusnya terjadi iritasi dan kesakitan yang berlebihan, tidak masalah tidak dihapus. Cukup bertaubat saja. Islam tidak memberatkan.
6. Menggunakan parfum berlebihan ketika keluar rumah.
Inilah yang sudah menjadi tradisi bagi kita sekarang.
Kita pasti pernah jalan-jalan di suatu tempat dan melewati wanita yang parfumnya semerbak.
Kalau sampai ada laki-laki yang mencium wanginya dan merangsang syahwat, jangan salahkan dia kalau sampai berbuat yang macam-macam.
Bahkan wanita seperti itu disebut Nabi sebagai penzina.
Jika ingin menggunakan parfum, cukup di rumah saja saat sedang berduaan dengan suami.
Berdandan cantik dan memakai wewangian adalah hal yang wajib dilakukan istri di rumah.
7. Mencabut bulu alis.
Diharamkan bagi wanita untuk melakukan sesuatu sampai berlebihan seperti itu.
Mencabut alis, mentato atau menyulam yang menyebabkan merubah ciptaan Allah SWT.
Apapun caranya, mengubah bentuk asli ciptaan Allah itu bertentangan dengan Alquran dan hadits.
8. Berlebihan dalam berhias.
Berlebihan dalam menggunakan makeup sangat tidak dianjurkan.
Meskipun untuk keperluan acara atau bahkan pada saat akad nikah, sebaiknya tidak berlebihan.
Jangan sampai muslimah terlihat seperti ondel-ondel saking bedaknya yang berlapis-lapis. Apalagi jika ditambah smokey eye yang membuat kesan menyeramkan.
9. Berlama-lama dalam berhias.
Waktu adalah pedang.
Biasanya wanita menghabiskan waktu sampai berjam-jam untuk berdandan sampai-sampai para suami ketiduran saat menunggu istrinya selesai menghias diri.
Gunakanlah waktu kita sebaik-baiknya termasuk pada saat sedang berdandan.
Karena itu sederhanalah dalam menggunakan alat rias agar prosesinya jadi lebih cepat.
Tampil anggun dan cantik itu bukan berarti harus medok, kan?
10. Berdandan seperti bukan wanita muslimah.
Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.
Perhatikan apakah hijab dan kerudung kita sudah sesuai dengan syariat Alquran dan hadits atau malah lebih mirip gaya model yang bertentangan dengan ajaran Islam.











Komentar
Posting Komentar