Wooww, So Sweett, 2 Kali Tilang Seorang Cewe, Polisi Ini Malah Nikahi Cewe Itu, Bukti Cinta Lewat Amplop
Tak ada yang tahu kapan seseorang akan bertemu dengan jodohnya. Bisa saat sedang sekolah sedang jala-jalan atau bahkan sedang kena tilang. Begitulah jodoh, datangnya kadang tak terduga. Seperti kisah perempuan berikut ini yang ternyata bertemu jodohnya saat sedang kena tilang oleh pak polisi.
Kisahnya bermula saat Diah kena tilang sepulangnya kuliah. Karena tergesa-gesa pulang, helm wanita itu yang usai dipinjam temannya ketinggalan di parkiran kampus. Bahkan tak hanya sekali Diah kena tilang, seminggu berikutnya, ia kena razia lagi. Kali ini gara-gara dia lupa membawa SIM. Itulah Diah, masih muda tapi sudah pelupa. Lucunya, polisi yang menilang Diah adalah orang yang sama.
“Saudari tidak malu kena tilang terus?” Tanya pak polisi kala itu ketika menilang Diah
"Ya malu lah pak. Bapak juga nggak bosen nilang saya?” Jawab Diah sekenanya.
Pak polisi dan beberapa rekannya hanya tertawa mendengar gerutu Diah. Dalam hati Diah merasa dongkol. "Siapa juga yang pengen lupa dan siapa juga yang mau kena tilang?"
Tak hanya dua kali Diah bertemu pak polisi yang menilangnya itu. Pertemuan ketiga kalinya terjadi secara tak sengaja. Waktu itu, pak polisi yang rupanya masih bujang pergi berbelanja di pasar. Disanalah dia bertemu dengan Diah. Dengan masih berpakaian dinas, lelaki itu “pede” dan tampak terbiasa melakukan kebiasaannya itu.
Saat Diah masih bengong melihat polisi itu di pasar, lelaki itu rupanya melihatnya kemudian mendekati Diah.
“Halo, Apa kabar Mbak. Belanja ya?” sapa pria itu ramah.
"Ya, sedang nganter ibu. Belanja juga ya, Pak?”, jawab Diah mencoba ramah
"Biasa kok. Eh jangan panggil saya pak. Nama saya Suryo.”
Diah hanya manggut-manggut. Setelah pertemuan untuk ketiga kalinya. Diah sempat dekat dengan Suryo selama tiga bulan. Suatu hari, saat persiapan skripsi, Diah terpaksa harus menjadi anak kost. Tujuannya adalah untuk menghemat energi dan agar bisa lebih konsen dalam mempersiapkan skripsinya. Setelah mencari kos kesana kemari, ternyata yang kosong hanya kos-kosan wanita bercadar. Awalnya Diah enggan dan tak berminat tinggal disana, takdir berkata lain. Karena sudah tak ada pilihan lain, disanalah Diah menetap.
Ternyata ada hikmah dari kejadian itu. Disanalah Diah mulai bergaul dengan teman-teman akhwat itu, disana pula wanita itu belajar tentang betapa berbahayanya dekat dengan Pria yang belum menjadi suaminya. Meskipun ketika awal tinggal disana, setiap malam Ahad, wanita itu diapelin Suryo. Tapi lambat laun, ia menghentikan kebiasaan buruk itu.
Bahkan akhirnya, Diah memutuskan baik-baik hubungannya dengan Suryo. Meskipun awalnya lelaki itu tak mau. Tapi Diah memberinya pengertian, apalagi Suryo adalah non muslim. Jadi semakin sulit untuk Diah dan Suryo bersatu.
Sedih. Tentu saja itu yang dirasakan Diah. Tapi ia telah memilih “jalan baru”. Ia pun hapus semua tentang Suryo. Mulai dari foto, nomor HP dan segala hal yang berhubungan dengannya. Seiring berjalannya waktu, akhirnya Diah terbiasa tanpa adanya uryo. Skripsi Diah pun berjalan lancar. Dan saat wisuda IPnya juga sangat memuaskan..
Selesai kuliah, Diah meminta ijin orangtuanya untuk tetap tinggal di kost. Hal itu ia lakukan untuk keistiqamahannya mendalami Islam. Maklum saja, Diah tak yakin bila di rumah ia dapat istiqamah sebab di rumah, bapaknya membuka rental PS (Playstation). Rumah kecilnya itu biasa jadi tongkrongan anak-anak dan remaja. Diah merasa tak nyaman disana. Untuk melarang bapak pun, mustahil ia lakukan.
Delapan bulan setelah kelulusan. Sebuah sms datang dari Suryo. Padahal Diah sudah mengganti nomor handphone. Rupanya ia meminta nomor itu dari orang tua Diah.
“Maukah kau menikah denganku?” pesannya singkat
Lelaki itu masih saja mengharapkan Diah. Padahal Diah telah membuang jauh tentangnya. Diah pun tak membalas SMS itu. Saat malam Ahad, seperti biasa Diah pulang ke rumah. Dan yang mengejutkan adalah Suryo mencarinya disana. Kepada bapaknya, Suryo bilang ingin melamar Diah. Lelaki itu juga menitip untuk Diah, yaitu sebuah amplop besar. Selepas Suryo pulang, Diah membuka amplopitu. Masya Allah, rupanya isi amplop itu adalah beberapa surat keterangan dari atasan hingga kantor pusat mengenai kepindahan agama lelaki itu. Suryo telah menjadi mualaf.
Air mata Diah berlinang, tangisnya pecah. Ternyata begitu putus dari Diah, Suryo langsung mengurus surat pindah agama pada kantor dinasnya. Yang luar biasa, ia juga berusaha mempelajari agama Islam. Akhirnya Diah memberi jawaban “ya” pada suryo lewat bapak. Mereka menikah beberapa bulan kemudian.

Komentar
Posting Komentar